
Simon Winchester menceriterakan dengan asyik tentang penyusunan OED dalam bentuk Novel Sejarah. Simon bertutur mengalir dan seakan susunan ceritanya menggelinding begitu saja. Di setiap bagian baru dalam novel sejarah ini, disampaikan secara unik dengan cara mengutip dari OED sebuah atau dua buah kata beserta artinya yang tersirat sebagai sebuah kesimpulan isi untuk tiap bagian. Contohnya, untuk prakata, dia kutip kata mysterious, bab satu dia kutip kata murder ; bab dua : polymath dan philology, bab tiga : lunatic, demikian seterusnya, bahkan sampai pada bagian Ucapan Terima Kasih sekalipun.
Diceritakan bagaimana perjalanan hidup seorang James Augustus Henry Murray menapaki hidupnya dari seorang yang tidak pernah rampung sekolah SD karena melarat, namun belajar sendiri hingga dapat menguasai beberapa bahasa dan piawai dalam ilmu astronomi, hingga akhirnya menjadi ketua tim penyusun OED. Keberhasilan Murray didukung oleh seorang genius sebagai pembantu utama, dan mereka tidak saling kenal selama belasan tahun karena si genius ini adalah penghuni penjara rumah sakit jiwa, yang dijatuhi hukuman seumur hidup karena membunuh dalam keadaan gila.
Dalam penulisan buku ini Simon Winchester mencampurkan antara legenda yang ada dalam masyarakat dengan kenyataan yang sebenarnya. Simon melakukan riset dengan menghubungi sumber-sumber langsung maupun tak langsung serta mengunjungi tempat yang sesungguhnya yang berhubungan dengan novel sejarah yang dia buat ini.
Seperti seseorang yang tidak kuat untuk ”berbohong”, Simon Winchester segera menuliskan hal yang terjadi sesungguhnya pada beberapa bagian di akhir buku, walau sebelumnya dia telah mendongeng dengan begitu piawai tentang Murray dan si sahabat karib : William Chester Minor.
Walau buku ini belum (tidak terbaca / terlihat) mendapatkan penghargaan tertentu, namun Simon Winchester adalah novelist cerdas yang tidak sekedar membuat novel yang penuh khayalan saja, namun didasarkan oleh sejarah ataupun ilmu pengetahuan sesungguhnya. Dalam buku The Professor and The Madman versi Indonesia ini, peran penerjemah : Bernard Hidayat sangat membantu, sehingga Novel terjemahan ini mudah dicerna karena memakai bahasa Indonesia populer, tuturan yang rileks, dan memenuhi unsur kekinian. Bahkan Bernard berani menggunakan istilah ”gokil” yang saat ini sudah menjadi bahasa masyarakat yang sebenarnya baru muncul akibat pengaruh sinetron dalam TV-TV Indonesia.
Download e-book The Professor and The Madma klik disini