WAKTU INDONESIA BARAT

Kamis, 06 Mei 2010

Buah Mata

0 komentar
Puisi Gus Mus
Oleh : KH. Mustofa Bisri (Gus Mus)


Sekali pancar cintamu melepas luncurkan ratusan juta makhluk hidup yang tak kasat mata
Berlomba berenang digarda istrimu yang tercinta berebut mahkota yang membuahkan

Buah mata
Ikutlah sesekali meluncur berenang dalam sungai cintamu sampai kegarda kehidupan
Lihatlah proses agung penciptaan anakmu yang dahsyat
Wahai alangkah rumit
Wahai alangkah ajaib
Wahai alangkah wahai

Nutfah jadi darah
Darah jadi daging
kaukah yang menjadikan kulit membalut daging
Daging membalut tulang
Tulang membalut sumsum
Kaukah yang membalut?

Otot-otot, urat-urat, syaraf-syaraf, septor-septor, kelenjar-kelenjar, sel-sel, bulu-bulu, rongga-ronga, pori-pori, usus-usus, paru-paru, mata, hidung, telinga, mulut, limpah, ginjal, kelamin, dubur, jantung, otak, hati
Ruh!

Lihatlah air cinta yang kau tumpahkan bagai hujan tumpah kebumi
Bumi membelah diri bagi suatu kelahiran

Kau tak meniupkan ruh, tak meniupkan cipta
Bagaimana anakmu mampu hidup dan mencipta?
Kau tak meniupkan indra, tak memasang anggota
Bagaimana anakmu mampu mengindra dan nyata?
Kau tak menitipkan rasa, tak menitipkan kata
Bagaimana anakmu mampu merasa dan berkata?
Kau tak menitipkan benci, tak menitipkan cinta
Bagaimana anakmu mampu membenci dan mencinta?
Kau tak menitipkan senyum, tak menitipkan air mata
Bagaimana anakmu mampu tersenyum dan mengucurkan air mata?

Kau tak meniupkan apa-apa, tak menitipkan apa-apa
Karena memang kau seperti anakmu juga, sejak mula tak memiliki apa-apa
Bagaimana kau mengaku segala apa?

Kau tahu? pemiliknya yang sejati menitip amanatkan kepadamu
dan tak pernah berhenti mengawasimu


1413H


Download puisi Gus Mus versi mp3
klik disini

Leave a Reply